Posted by: franciscasri | December 5, 2010

RENUNGAN..


RUU Keperawatan kabarnya gugur dari prolegnas, kabarnya besok teman-teman keperawatan  akan demo di gedung DPR…Jony menyapaku dengan “tunjukkan kreatifitas bunda untuk goalnya RUU keperawatan…”
Apa yang membuat RUU tsb gugur..,keberadaan undang-undang penting a.l. untuk melindungi tenaga perawat melalui mekanisme pertanggung gugatan dan melindungi konsumen – pengguna jasa keperawatan dari pelayanan yang dibawah standar profesional… Jadi sebagai renungan , kalau kita berbicara standar profesional, dimulai dari ” perawat itu apa,siapa”  Kalau kita mengenal beberapa kategori perawat : Ahli madya keperawatan,ners,ners spesialis, dalam konteks pelayanan keperawatan profesional, yang mana dari kategori tadi yang sudah dapat dituntut untuk bertanggung gugat dalam setiap keputusan dan tindakannya? Kalau yang masuk kategori tadi adalah ners dan spesialis, lalu apa model pertanggung gugatan dari perawat dengan kategori AMK? padahal kabarnya kategori tenaga ini jumlahnya lebih  70% dari total perawat di Indonesia…..kalau pertanggung gugatan dari kategori AMK ini berada pada pundak ners “seniornya” atau atasannya atau pimpinan lembaganya, lalu pertanyaannya “apakah tanggung jawab profesionalnya”, atau kalau demikian  apakah bisa dikatakan kategori tenaga ini adalah tenaga profesional yang dicover oleh RUU ini ? Ini baru renungan tentang “perawat itu yang mana” dengan atribut profesional seperti apa….
Kira-kira apakah  permasalahan seperti ini dapat dijawab melalui aksi demo…
Ini pemikiran yang aku renungi…


Responses

  1. Sebelumnya saya minta maaf berani komentar terhadap renungan Ibu terhadap perkembangan keperawatan di Indonesia.
    Saya mahasiswa Ibu di S2 Kritis. Saya pribadi setuju dengan pandangan/pemikiran Ibu. Harusnya pendidikan keperawatan di Indonesia sudah meniru sistem pendidikan di negara terdekat yaitu Philipina. Indonesia harus berani menghapus pendidikan DIII yang ada dan memperbaiki level pendidikan DIII yang ada dengan percepat pendidikan S1 keperawatan. Sehingga level pendidikan perawat dapat diperbaiki basis pendidikannya. Serta memperbaiki komitmen serta kosisten terhadap dunia keperawatan. Harusnya di Indonesia PPNI seperti council keperawatan seperti negara lain sehingga pendidikan keperawatan di Indonesia menjadi seragam dan kurikulum yang sama dan sesuai dengan jenjang karir perawat seperti yang tercantum dalam aturan PPNI. Terimakasih banyak atas renungannya yang sangat berharga..

  2. keberadaan undang-undang penting a.l. untuk melindungi tenaga perawat melalui mekanisme pertanggung gugatan dan melindungi konsumen – pengguna jasa keperawatan dari pelayanan yang dibawah standar profesional…
    BILA TUJUAN LUHURNYA ADALAH melindungi konsumen, PEMERINTAH NEGARA REPUBLIK INDONESIA MASIH SANGAT YAKIN BAHWA PELAYANAN PROFESI KEPERAWATAN TERHADAP MASYARAKAT MASIH SANGAT AMAN, NGAPAIN CAPEK-2 BIKIN REGULASI???


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: