Posted by: franciscasri | August 2, 2008

HOSPITAL – BASED HOME CARE Sebagai Model Keutuhan dan Kesinambungan Pelayanan Kesehatan RS – Komunitas


 

                                                                                                                                        

Home Care secara sederhana dapat dikemukakan sebagai “Perawatan pasien /klien dirumah”. Suharyati (1998), mengutip Habbs and Perin (1985) mengemukakan Home care sebagai Family and  or Professionally Provided Health Care and Related service delivered in the home environment. Dua jenis pasar yang dominan dari home care adalah klien dengan kondisi paska akut dan klien dengan kondisi ketidakmampuan tertentu (disable) dan atau dengan kondisi penyakit kronis (Dochterman & Grace, 2001).

 

            Home care merupakan area yang bukan saja menjadi fokus perhatian profesi keperawatan tetapi juga profesional dan pengelola kesehatan lainnya. Karena adanya kebutuhan akan kesinambungan asuhan (Continuity of care), dan integrasi home care sebagai komponen penting dalam sistem jaringan  RS -Komunitas. Melalui layanan dan aktifitas Home care, klien dengan kondisi paska akut dan disable atau dengan kondisi penyakit kronis tidak lagi perlu menjalani hospitalisasi sehingga Staf profesional RS secara efisien dikonsentrasikan untuk penanganan kondisi akut, klien dan lingkungannya diberdayakan untuk   turut ambil bagian dalam upaya proses pemulihan ataupun melakukan upaya-upaya  prevensi sekunder dan tersier, bantuan profesional diberikan  sesuai dengan porsi dan kebutuhan.

Dengan demikian, secara logis RS dapat lebih menyediakan tempat bagi yang membutuhkan, rata-rata jumlah klien rawat berkurang dan biaya hospitalisasi yang harus ditanggung klien  jadi lebih kecil

 

            Joel A. Lucille dalam Dochterman & Grace (2001) melalui artikelnya ….Moving Care from Hospital to home  mengemukakan:  Pengelolaan home care dapat dilakukan bervariasi baik dalam struktur, penyandang dana maupun  Auspies” , al. Hospital based HC (melekat/bagian dari fungsi RS), agen penyedia layanan home care (Swasta, for profit) ataupun perhimpunan profesi.

Hospital Based Home Care  program memainkan peran penting bagi RS untuk memberikan pelayanan kebutuhan kesehatan bagi komunitas dan menjadikan kesinambungan pelayanan (Continuum of Hosptal care), selain merupakan strategi diversifikasi RS untuk kolaborasi, kondisi dan membangun jaringan dengan penyedia layanan lain sehingga mengurangi duplikasi  layanan tertentu dan membangun “Community Helath Partnership” ,(Lerman & Linne), 1993).

 

Faktor-faktor yang dapat menunjang ekspansi pelayanan RS ke Home Care  antara lain (Lerman & Line, 1993), :

§ Kebutuhan terhadap Continuity of Care  dan integrasi home care sebagai komponen penting dalam sistem jaringan pelayanan RS – Komunitas.

§ Diterimanya home care  baik oleh penyedia layanan maupun konsumen.

§ Berkurangnya Length of stay, cost –Saving

§ Berbagai teknologi dan teknik asuhan dimungkinkan pelaksanaannya dirumah secara lebih efektif.

Home care memang bukan menjadi aktifitas utama RS, ini berbeda dengan agensi yang memang bisnis utamanya mengelola home care, akan tetapi melalui   Hospital –based home care :

§ Akses langsung kepada dokter yang merujuk dan menangani pasien serta potensial pasien mudah dilakukan.

§ Daya dukung finansial dari suatu organisasi besar tersedia untuk membantu mengatasi masalah temporer Cash – flow  pada fase awal.

§ Kemudahan / keuntungan dalam menjamin managed care melalui proses  kolaborasi dan integrasi pelayanan.

§ Kebutuhan pasien akan pelayanan secara komprehensif dapat dipenuhi.

§ Kesinambungan  asuhan dan adanya kontrol internal terhadap biaya, kualitas dan akses pelayanan.

§ Length of Stay  akan ter-manage   secara lebih efektif.

§ Ada  peluang untuk meningkatkan pendapatan RS.

 

Studi yang dilakukan AHA (The American Hospital Association) menyebutkan bahwa  tahun 1993, 27% dari total penerimaan RS berasal dari pasar Ambulatory Care termasuk home care  dan pada saat itu,  tahun 1995 diproyeksikan Home Care  memberi kontribusi hampir 50% total  penerimaan RS.

Temuan penelitian lain mengemukakan bahwa home care menurunkan total biaya kesehatan per episode rawat. Peneltian Lewin (1991) dalam Lerman & Linne (1993), menyebut bahwa “Using home care in combination with inpatient treatment is less costly in all cases than simply using in patient treatment. When the cost benefit analysis includes a quality – of life factor, combination in patient / home therapy has even greater savings .

 

Penelitian lain yang dilakukan oleh Farrero et.al. (2001) tentang dampak Hospital Based Home Care program pada manajemen pasien COPD yang menjalani  Long – term oxygen  therapy didapatkan bahwa terhadap sebanyak 94 pasien yang menjalani  program selama satu tahun periode follow up (47 orang dalam HCP group, 47 orang kelompok kontrol), terdapat tingginya penurunan kunjungan pada Departemen Gawat darurat secara signifikan (P=0.0001) dan berkurangnya pasien yang dirawat secara signifikan (p 0.001) serta menurunnya hari rawat (p: 0.01). Dari sisi analisa biaya rawat, hasil penelitian memperlihatkan total penghematan 40.823 pada HCP group, terutama karena menurunnya penggunaan Sumber daya rumah sakit. Secara umum studi ini menyimpulkan Hospital – based home care”   merupakan alternatif yang efektif terhadap perawatan pasien di RS.

 

 

 

 

 

 


Responses

  1. thanks,yaur paper is good.
    salam kenal….

  2. artikel yang menarik..thanks ya atas infonya
    bagus sekali sangat membantu, buat referensi

  3. Ibu adalah salah satu dosen yang sangat inspiratif, dengan kualitas yang saya harapkan setiap orang memiliknya. Excellent……..

  4. Ibu adalah dosen favorit saya (hehe) tp sy tdk bisa sehebat ibu. terima kasih ini sangat membantu.

  5. Yth. Ibu Franciscasri,
    titip informasi bagi yang membutuhkan ya..

    jika ada yang mau menyewa alat-alat medis untuk homecare (perawatan dirumah) seperti tempat tidur rumah sakit, oksigen, kursi roda, suction pump dll dapat melihat blog kami di

    http://griyakami.wordpress.com atau http://homecare.griyakami.com

    terimakasih banyak ya…

    • mau di link?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: